Kamis, 10 April 2014

KELOMPOK 4
- Mitigasi Bencana Banjir -

Inilah proses pembuatan blog kami :)
Just posted photos


Tak kenal maka tak sayang. maka dari itu kita mau perkenalin diri dari kelompok 4 yang membuat blog ini dengan bertemakan mitigasi bencana banjir

Dika Ismawan
X MIPA 2 / 20

Ajeng Cahya Pramesti
X MIPA 2 / 02

Deninta Wulansari
X MIPA 2 / 18

Andre Imam Prakosa
X MIPA 2 / 07

DADA
( Deninta, Ajeng, Dika, Andre )


Selasa, 08 April 2014

Mitigasi Bencana Banjir

  • Pengertian Bencana Banjir
           Secara sederhana banjir dapat didefinisikan sebagainya hadirnya air di suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut. Banjir adalah proses pengaliran air dari hulu yang volumenya lebih besar dari biasanya sehingga melewati batas tanggul yang ada di kiri dan kanan sungai.
      Banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai yang dapat terjadi setiap saat dan sering mengakibatkan kehilangan jiwa, kerugian harta, dan benda.


Gambar 1.1 Banjir
  • Pengertian Mitigasi Bencana banjir
           Mitigasi bencana banjir merupakan upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah, menghadapi, dan menanggulangi bencana banjir untuk mengurangi korban ketika bencana banjir terjadi, baik korban jiwa maupun harta.


  • Penyebab Bencana Banjir
    Gambar 1.2 Penebangan Liar
    1. Sungai-sungai yang sudah tidak lagi berfungsi maksimal dalam menampung air. Selain karena pendangkalan dan rumah-rumah penduduk yang menyemut di sepanjang pinggirannya, juga karena sungai-sungai ini penuh dengan sampah. Berbagai jenis sampah dapat ditemukan di badan sungai. Di beberapa tempat, tumpukan sampah itu begitu banyak sehingga menjadi sebuah daratan yang dapat diinjak manusia.
    2. Tingginya curah hujan.
    3. Berubahnya fungsi hutan lindung menjadi hutan produksi.
    4. Beralih fungsinya hulu sungai dari kawasan resapan air menjadi kawasan permukiman dan areal perkebunan dan pertanian.
    5. Diakibatkan badai laut besar atau bencana lain seperti tsunami serta penggabungan pasang laut yang diakibatkan angin badai. 
    6. Peristiwa alam yang mendadak seperti jebolnya bendungan atau bencana lain seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi.
    7. Kerusakan akibat aktivitas manusia, baik disengaja atau tidak merusak keseimbangan alam seperti penggundulan hutan, pembuangan sampah sembarangan, dll.
    8. Terjadi melalui penumpukan endapan di tanah pertanian. Sedimen kemudian terpisah dari endapan dan terangkut sebagai materi tetap atau penumpukan dasar sungai. Endapan lumpur mudah diketahui ketika mulai mencapai daerah berpenghuni. Banjir lumpur adalah proses lembah bukit, dan tidak sama dengan aliran lumpur yang diakibatkan pergerakan massal.
    9. Banjir dapat terjadi ketika air meluap di permukaan kedap air (misalnya akibat hujan) dan tidak dapat terserap dengan cepat (orientasi lemah atau penguapan rendah)
  • Tindakan Menghadapi Bencana Banjir
    • Sebelum terjadi banjir
      Gmbar 1.3 Sosialisasi kepada masyarakat
      1. Penyebarluasan Peraturan Perundang-Undangan atau informasi-informasi, baik dari Pemerintah maupun Pemerintah Daerah berkaitan dengan masalah banjir.
      2. Pemantauan lokasi-lokasi rawan (kritis) bencana banjir secara terus-menerus.
      3. Optimasi pengoperasian prasarana dan sarana pengendali banjir. 
      4. Penyebarluasan informasi (sosialisasi) daerah rawan banjir, ancaman/bahaya, dan tindakan yang harus diambil oleh masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.
      5. Peningkatan kesiapsiagaan organisasi dan manajemen pengendalian banjir dengan menyiapkan dukungan sumber daya yang diperlukan dan berorientasi kepada pemotivasian individu dalam masyarakat setempat agar selalu siap sedia mengendalikan ancaman/bahaya.
      6. Persiapan evakuasi ke lokasi yang lebih aman.
      7. Penyediaan bahan-bahan banjiran untuk keadaan darurat, seperti: karung plastik, bronjong kawat, dan material-material pengisinya (pasir, batu ,dan lain-lain), dan disediakan pada lokasi-lokasi yang diperkirakan rawan/kritis.
      8. Penyediaan peralatan berat (backhoe, excavator, truk, buldozer, dan lain-lain) dan disiapsiagakan pada lokasi yang strategis, sehingga sewaktu-waktu mudah dimobilisasi.
      9. Penyiapan peralatan dan kelengkapan evakuasi, seperti: speed boat, perahu, pelampung, dan lain-lain.

    • Saat terjadi banjir
      Gambar 1.4 Evakuasi korban banjir

      1. Tidak panik ketika air datang dan seluruh anggota keluarga ditenangkan.
      2. Segera pindahkan barang-barang ketempat yang lebih tinggi dan aman.
      3. Segera mengungsi ke daerah aman sedini mungkin saat genangan air masih memungkinkan untuk diseberangi atau segera pindah ke lantai dua atau atap rumah bila tidak mau meninggalkan rumah. Dahulukan mengungsikan anak-anak, wanita, orang cacat, dan orang jompo ke tempat pengungsian yang aman.
      4. Matikan aliran listrik di dalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik di wilayah yang terkena bencana.
      5. Hindari berjalan di dekat saluran air saat akan mengungsi, untuk menghindari terseret arus banjir.
      6. Jika air terus meninggi, hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana seperti kantor kepala desa, lurah, ataupun camat.
    • Setelah terjadi banjir
      Gambar 1.5 Warga sedang membersihkan rumah pasca banjir
      1. Kembali ke rumah untuk membersihkan rumah, jalan, fasilitas umum dan tempat tempat ibadah.
      2. Memeriksa korban banjir yang terluka, terkena penyakit akibat banjir seperti gatal-gatal dan membawanya ke tempat pengobatan.
      3. Usahakan selalu waspada apabila ada kemungkinan terjadi banjir susulan.
      4. Waspada terhadap kemungkinan binatang berbisa seperti ular dan lipan, atau binatang penyebar penyakit seperti tikus, kecoak, lalat dan nyamuk.
  • Dampak Bencana Banjir

    Gambar 1.6 Sampah yang menumpuk akibat banjir
    1. Mampu merusak berbagai jenis struktur, termasuk jembatan, mobil, bangunan, sistem selokan bawah tanah, jalan raya, dan kanal.
    2. Terjadi Kontaminasi air sehinggaair minum bersih mulai langka.
    3. Kondisi lingkungan yang kotor sehingga terjadi penyebaran penyakit bawaan air.
    4. Kelangkaan hasil tani disebabkan oleh kegagalan panen. Namun, dataran rendah dekat sungai bergantung kepada endapan sungai akibat banjir demi menambah mineral tanah setempat.
    5. Spesies tumbuhan & hewan yang tidak sanggup hidup akan mati karena tidak bisa bernapas.
    6. Jalur transportasi rusak, sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan.
    7. Kesulitan ekonomi karena kerusakan pemukiman yang terjadi akibat banjir, biaya pembangunan kembali, kelangkaan makanan yang mendorong kenaikan harga, dll.
    8. Dalam sektor pariwisata, menurunnya minat wiasatawan, sehingga pendapatan juga menurun

              Dari berbagai dampak negatif yang ditimbulkan, ternyata banjir (banjir dengan skala air yang kecil) juga dapat membawa banyak keuntungan, seperti mengisi kembali air tanah, menyuburkan serta memberikan nutrisi kepada tanah. Air banjir menyediakan air yang cukup di kawasan kering dan semi-kering yang curah hujannya tidak menentu sepanjang tahun. Air banjir tawar memainkan peran penting dalam menyeimbangkan ekosistem di koridor sungai dan merupakan faktor utama dalam penyeimbangan keragaman makhluk hidup di dataran. Banjir menambahkan banyak nutrisi untuk danau dan sungai yang semakin memajukan industri perikanan pada tahun-tahun mendatang, selain itu juga karena kecocokan dataran banjir untuk pengembangbiakan ikan (sedikit predasi dan banyak nutrisi).
  • Penanggulangan Bencana Banjir
    Tindakan yang dapat dilakukan agar banjir tidak terulang lagi yaitu :
    Gambar 1.7 Warga membersihkan lingkungan sekitar
    • Membuang lubang-lubang serapan air.
    • Memperbanyak ruang terbuka hijau.
    • Mengubah perilaku masyarakat agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat sampah raksasa.
    • Mengembalikan fungsi hutan dihulu sungai ke fungsi hidrologis dan orologis.
    • Mencegah penebangan liar di hutan.
    • Menata dan merelokasi permukiman di hulu dan sepanjang aliran sungai.
    • Melakukan pengerukan sungai dan selokan agar aliran air lancar.
    • Memanfaatkan keberadaan sungai sebagai sarana transportasi.
  • Sumber:
    • wikipedia.com
    • google.com
    • rizkynovi99.blogspot.com
    • Buku paket geografi (Yudhistira)
    • LKS Geografi (Kreatif) 
    • Youtube.com
Video :

                                   


Senin, 07 April 2014

Gimana teman-teman dengan materi dari blog yang kami buat? Apakah materinya sudah dapat dimengerti?
Untuk menguji kepahaman setelah membaca materi dari blog kami, teman-teman bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :
  1. Apakah yang dimaksud dengan mitigasi bencana banjir?
  2. Apa saja hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya banjir?
  3. Sebutkan langkah-langkah yang bisa teman-teman lakukan sebelum, saat, dan setelah terjadinya banjir?
  4. Apa sajakah dampak yang dapat ditimbulkan dari bencana banjir?
  5. Bagaimana cara menanggulangi agar banjir tidak terjadi disuatu tempat?
Dijawab yaa :)